Tingkatkan Sense of Belonging Aparatur, PA Bontang Replikasi Inovasi Berkah Milik PA Poso
Bontang, Jum’at (19/09) Salah satu bentuk integritas sebuah instansi pemerintah ialah adanya perubahan pola pikir dan budaya kerja. Akan tetapi warisan feodalisme melahirkan sikap dogmatis dan idealisme berlebih terhadap pandangan, gaya komunikasi, dan manajemen konflik yang menghambat perubahan positif organisasi. Oleh karena itu PA Bontang kemudian mereplikasi inovasi milik PA Poso, Inovasi BERKAH.

Dilaksanakan secara daring pada media center PA Poso dan PA Bontang, seluruh TIM Pembangunan Zona Integritas kedua satuan kerja duduk bersama laksanakan pendampingan terkait inovasi tersebut. Adapun inovasi BERKAH sendiri merupakan akronim dari Berikan Komplain, Aspirasi dan Harapan berbasis teknologi informasi dalam bentuk formulir google yang menampung keluhan, aspirasi, serta harapan baik dari pengunjung pengadilan maupun aparatur pengadilan dengan data diri disamarkan (anonim) sehingga proses penyampaian pesan lebih natural.

Dalam sambutannya Ketua PA Poso menyampaikan tujuan lahirnya inovasi ini “kami berupaya untuk memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat maupun pegawai untuk menyampaikan keluhan maupun inovasinya tanpa memandang status, jabatan, dan posisi dalam organisasi”ujarnya.
Adapun mekanisme penggunaan aplikasi ini dijelaskan oleh Narasumber PA Poso. Pertama, Penanggungjawab aplikasi ini ialah agen perubahan, yang bertugas memeriksa secara berkala pengisian dari aplikasi ini. Kemudian jika perlu ditindaklanjuti segera maka akan diteruskan kepada pimpinan maupun sub-stakeholder yang bertanggungjawab atas masalah tersebut. Sedangkan jika tidak perlu penanganan serta merta maka akan disampaikan kepada Ketua Satuan Kerja dan menjadi materi bahasan dalam rapat berkala bulanan.

Penyajian materi dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Pertanyaan diajukan oleh Ketua TIM Pembangunan Zona Integritas PA Bontang, Akhmad Fariz Abror Fitriadi, S.HI. terkait sharing experience sikap PA Poso dalam hal ditemukannya komplaint perihal perbedaan persepsi yang mengakibatkan gesekan antar pegawai. Menaggapi hal ini PA Poso menyampaikan belum ditemukannya data masuk perihal perbedaan persepsi antar pegawai. Umumnya data masuk terkait hambatan pekerjaan maupun kinerja sarana prasarana. Adapun jika sampai ditemukan hal demikian akan dibahas secara internal antara atasan pejabat dengan pegawai bersangkutan.
Semoga dengan direplikasinya aplikasi ini, warga PA Bontang dapat terus mempertahankan sikap inklusivitas, mempererat kerjasama, menjunjung keadilan, meningkatkan rasa kepemilikan organisasi, harmonis, produktif, dan yang terpenting professional. (GRE)


