PA Bontang Hadiri Bimtek PNBP Hari Pertama, Direktur Badilag : Perkuat Integritas
Samarinda (9/10) Dalam rangka peningkatan kapasitas dan pemahaman teknis mengenai pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dua aparatur Pengadilan Agama Bontang yakni Faidil Anwar, S.Ag., S.H., M.H., selaku Panitera dan Grace Ramayani Effendi, A.Md. selaku Bendahara Penerimaan ikuti Kegiatan Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan PNBP Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda.

Bimtek ini digelar pada Hotel Harris Samarinda, dengan agenda hari pertama dibuka dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh YM Ketua PTA Samarinda Dr. H. Mame Sadafal, M.H., dan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Sutarno, S.IP., M.M., setelahnya penyajian materi oleh tim Badilag Mahkamah Agung dengan bahasan terkait tata kelola dalam pengelolaan dan penatausahaan PNBP di lingkungan peradilan Agama.

Pada agenda hari pertama ini, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama menyampaikan pentingnya 4 hal dalam rangka penguatan integritas, pertama tugas dan tanggung jawab kita sebagai instansi pemerintah untuk senantiasa mencapai sasaran kinerja melalui peningkatan kinerja, profesoionalitas, dan peningkatan kualitas pelayanan, kedua terkait kecerdasan digital yang dalam hal ini adalah literasi digital, insan peradilan harus memahami cara mengakses, mengelola serta memanfaatkan aplikasi milik Mahkamah Agung, ketiga yaitu keamanan digital untuk tidak menyebarkan akun pribadi, senantiasa masuk menggunakan akun pribadi, dan mengusahakan pengelolaan aplikasi SIP sesuai peran masing masing dimana identitas login haruslah sesuai dengan aplikasi Simtepa, keempat etika digital yang didalamnya dimuat kedisiplinan kerja, pemilihan bahasa dalam bermedia, serta pesan untuk tidak menyebarkan konten atau tulisan yang bertentangan dengan kebijakan pimpinan.
“saya cukup bangga di lain sisi juga kecewa, ketika seorang staf dapat melakukan apapun pada aplikasi SIP dengan menggunakan user milik panitera bahkan ketua satuan kerjanya. Karena hal ini dapat meragukan reliabilitas pemantauan aplikasi SIP oleh kami. Perlu di garisbawahi jika bisa, handal, tapi tidak pada tempatnya itu tidak baik” tegasnya.

Agenda hari pertama berlangsung lancar, dengan pemaparan materi oleh TIM Dirjen Badilag terkait pengelolaan PNBP pada wilayah hukum PTA Samarinda, mulai dari realitas yang terjadi di lapangan, pengelolaan PNBP yang baik, serta kiat – kita menghadapi hambatan dalam mengelola PNBP. Semoga dengan digelarnya bimtek ini, tenaga teknis se-wilayah hukum PTA Samarinda senantiasa mengarah pada peningkatan kompetensi yang lebih baik. (GRE)


