Hadiri Pembukaan Training Workshop Risiko Bencana dan Ketahanan Perkotaan, Ketua PA Bontang Apresiasi Sikap Proaktif Pemkot Bontang
Bontang, Senin (29/04) Sebagai bagian dari Forkopimda Bontang, Ketua Pengadilan Agama Bontang Nor Hasanuddin, Lc., M.A. menghadiri undangan pembukaan Kegiatan Lokakarya dan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Ketahanan Perkotaan yang digelar Pemerintah Kota Bontang pada Hotel Bintang Sintuk.

Sejak menjadi pembicara dalam Acara Global Platform for Disaster Risk Reduction dan memproklamirkan diri sebagai bagian dari anggota Making Cities Resilient 2030 di Nusa Dua Bali 2022 lalu, Basri Rase, S.Ip., M.Si., selaku Walikota Bontang, rajin menggelar Lokakarya dan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Ketahanan Perkotaan setiap tahunnya.
Adapun gelaran kali ini, dipandu langsung oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Pemerintah Kota Bontang yang berlangsung selama 2 (dua) hari dengan agenda pembukaan, pelatihan dan penutupan.

Meskipun absen dalam acara ini, Walikota Bontang tetap menyampaikan pesan kepada tamu undangan melalui Asisten Walikota IV “Bahwa Kota Bontang saat ini masuk kategori sebagai kota rawan bencana alam, diantaranya tercatat 48 kali terjadi kebakaran hutan, 6 kali terjadi banjir dan 4 kali terjadi longsor sepanjang tahun 2023. Sehingga perlu kesiapsiagaan dan respon Pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terjadi lagi” ujarnya. Setelah pesan Walikota Bontang disampaikan, kegiatan Lokakarya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Ketahanan Perkotaan secara resmi dibuka.
Menanggapi hal itu, Ketua PA Bontang turut mendukung upaya Walikota dalam meminimalisir resiko terjadi Bencana di Kota Bontang. “Kita ketahui bersama bahwa Kota Bontang memang rawan terjadi bencana, karena selain lokasinya dekat dengan laut, juga berdekatan dengan raksasa industri diantaranya PT. Badak dan PT. PKT yang dapat memicu kegagalan teknologi industri, sehingga sangat pro-aktif jika Pemkot Bontang rajin menggelar training workshop seperti ini” pungkasnya.

Setelah acara pembukaan berakhir, jajaran forkopimda juga menyempatkan waktu untuk mengambil sesi foto bersama. Semoga gelaran training workshop Resiko Bencana dan Ketahanan Perkotaan dapat berjalan dengan lancar, serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bontang. (GRE)


